Rabu, 07 September 2011

Inilah Pembunuh Hasrat Seks Setiap Pasangan

Seks merupakan hal yang penting bagi setiap pasangan. Selain untuk menyalurkan hasrat biologis dan untuk mendapatkan keturunan, seks juga diyakini memiliki beberapa manfaat psikologi. Meskipun demikian, setiap pasangan tidak selamanya bisa menyalurkan hasrat seksualnya secara leluasa. Bukan berarti menganggap pasangannya sudah tidak menarik, tetapi semata-mata karena salah latu dari pasangan tersebut lagi tidak ingin melakukannya. Mengapa?
Banyak faktor yang bisa mempengaruhi menurunnya hasrat seks setiap pasangan. Silahkan diintip:

1. Depresi

Duka cita yang mendalam atau depresi, selain bisa merupakan prakuartor penyakit autoinum tertentu seperti artritis rematoid atau kanker, juga bisa mempengaruhi merosotnya hasrat seksual terhadap pasangan. Depresi yang bisa membunuh hasrat seksual setiap pasangan dikenal dengan istilah depresi klinik, yang secara langsung mempengaruhi kesehatan fisik.
Usaha yang bisa dilakukan untuk menghambat terjadinya depresi antara lain dengan cara komunikasi secara intens setiap pasangan. Suasana yang nyaman juga banyak membantu. Selain itu, rasa humor yang tinggi juga bisa menghambat terjadinya depresi.

2. Andropause dan Menopause

Menopause terhadap wanita ditandai dengan berakhirnya siklus menstruasi. Pada saat wanita mengalami Menopause, bisa dipastikan wanita tersebut tidak bisa lagi hamil. Selain itu, gairah seksualisnya secara otomatis akan berkurang. Perubahan status hormonal ini biasanya berlangsung diusia 45 tahun-usia 55 tahun. Tetapi secara statistik, Menopause terjadi pada wanita berusia 50 tahun 5 bulan.
Bagaimana dengan pria? sama halnya dengan wanita, pada pria juga dikenal istilah Andropause. Andropause pada pria ditandai dengan menurunnya level testosteron. Walaupun tidak segawat dengan wanita dengan penurunan level estrogennya, tetapi penerunan level testosteron bisa mengakibatkan hasrat seksual pada pria ikut menurun. Biasanya, Andropause pada priai mulai terjadi di kisaran usia diatas 40 tahun.

Andropause dan manopause bagi setiap pasangan tidak bisa dihindari. Meskipun demikian, ada beberapa cara untuk menghambat datangnya kedua pembunuh hasrat seksual tersebut. Salah satunya adalah menghentikan kebiasaan merokok. Sesuai penelitian, zat yang terkandung pada rokok bisa mempercepat menurunnya kemampuan tubuh untuk memproduksi hormon. Dan bagi perokok wanita, berhati-hatilah karena menopause bisa datang diusia dini.

3. Disfungsi Ereksi dan Ejakulasi Dini

Disfungsi ereksi dan ejakulasi dini pada pria bisa mengakibatkan impoten jika tidak ditangani secara serius. Meskipun demikian, disfungsi ereksi dan ejakulasi dini merupakan penyakit umum yang bisa disembuhkan. Konsultasi  ke dokter adalah salah satu solusi untuk keluar dari masalah tersebut.
Pada umumnya bagi pria, kedua penyakit tersebut dianggap sebagi penyakit yang memalukakan. Pria akan merasa takut dan khawatir tidak bisa memuaskan pasangannya. Nah, dalam masalah ini, pihak wanita  ikut memegang peranan penting. Wanita harus memberikan semangat kepada pasangannya. Wanita harus menegaskan kepada pria jika wanita selalu mencintai pasangannya apa adanya. Jangan biarkan pasangan anda kehilangan harga diri di depan anda.

4. Stres

Stres bisa dialami siapa saja baik pria maupun manusia. Meskipun demikian, menurut penelitian Dr. Hans Selye, pelopor peneliti masalah stres, berpendapat jika pada umumnya pria lah yang lebih dominan terserang penyakit tersebut. Posisi pria sebagai kepala rumah tangga dan bekerja lebih aktif dibanding wanita adalah salah satu penyebab terjadinya stres.

Salah satu cara untuk  mengurangi atau menghilangkan stres adalah menciptakan suasana nyaman dan santai baik di rumah maupun di tempat kerja. Sebagai seorang pria, menciptakan jiwa petarung sangatlah membantu. Pria petarung biasanya sangat jarang kehilangan sikap, menganggap kegagalan atau kehilangan pekerjaan dengan santai tanpa sikap putus asa. Selain itu, dorongan semangat wanita terhadap pasangannya juga bisa membantu mengurangi resiko stres. Mendengarkan musik, suka humor, dan menulis juga diyakini bisa menghambat stress.

5. Kelelahan

Setiap pasangan yang mengalami kelelahan biasanya memilih untuk segera tidur daripada bermesraan dengan pasangan masing-masing. Manusiawi, dan setiap pasangan seharusnya bisa memaklumi keadaan tersebut. Meskipun demikian, olahraga secara teratur adalah salah satu cara untuk membuat tubuh tetap bugar dan sedikit membantu mengatasi kelelahan.
Demikianlah beberapa tips yang bisa dikemukakan, semoga bisa membantu.
(Sumber: Tribun Online, Ina Maharani, buku 10 Tahun Lebih Muda karangan Dr.David Ryback)